Ujian terberat dalam hidupku adalah mencintaimu.
- nay,2022 -
Beberapa hari yang lalu mengalami ujian mental yang sangat berat. Pernah sih mengalami ujian mental seperti ini dan itu udah lama banget kejadiannya. Kalau dulu aku bisa menyendiri di kamar berjam-jam. Sangat bisa mengalihkan perhatian. Tapi saat ini berbeda. Punya dua anak sungguh tidak mudah ya wkwkwkwk. Ruang pribadi terenggut. Waktu gabut tak ada lagi. Bahkan pikiran ini menjadi sangat ribut. MasyaAllah wkwkwk.
Bahkan nggak jarang aku menangis di depan anak-anak saking udah nggak tahan. Nggak bisa dibendung. Capek lahir batin. Aku merasa kok hidupku seputar anak-anak mulu sih. Kok aku jadi mendadak sangat bosan dengan rutinitas ini sih. Kok aku harus bikin ini itu buat anak-anak sih. Dan masih banyak lagi yang intinya aku ingin waktu sendiri.
Jelas nggak mungkin karena aku emang cuma bertiga doang di rumah hahahaha. Sudah mencoba ke rumah ujinya tapi sama aja anaknya nggak mau jauh dari ibok wkwkwk. Jadi berandai-andai, andai ayahnya disini …
Berawal dari rasa “kesepian” itulah akhirnya aku jadi sangat sensitif. Dan kondisi suami yang sibuk bekerja hingga nggak sempat balas WhatsApp sungguh menjadi boomerang. “Duh kok jadi aku sendiri sih yang kesusahan nungguin anak-anak??” Kan bikinnya berdua kenapa aku jadi repot sendiri sih. Bapak enak makan tenang, mandi tenang, masih bisa ngobrol sama teman, bisa main game, bisa sekedar rebahan melepas lelah, lah aku??? Begitulah kira-kira pikiran-pikiran negatif yang berkecamuk dalam otakku. Apakah aku utarakan ke suami? Tentu tidak, karna aku kasihan. Lelah kerja terus aku ngomong hal-hal gila kayak gitu wkwkwkwk. Dan karna kasihan itulah aku harus menanggulangi perasaan ini sendirian.
Aku berdoa sama Allah, ya Allah panjangkan umurku dan suamiku. Aku pengen punya banyak waktu berdua. Sekian tahun LDR dan bersambung LDM, dimana kita nggak pernah benar2 menikmati waktu layaknya orang normal. 84/365, 84 hari dalam setahun aku dan anak-anak bisa kumpul dengan bapaknya. Bayangkan hanya 84 hari, ironis sekali hahahaha. Aku bilang sama Allah “ya Allah rasanya aku nggak sanggup lagi merasa sepi kayak gini. Sungguh aku baru memahami bahwa ujian terberat dari Mu adalah ini. Aku tahu aku begitu mencintai suamiku, karna itulah engkau menghukumku dengan memisahkan aku dengannya. Pliss ya Allah beri aku dan suamiku umur panjang agar kita bisa menikmati waktu bersama.” Dengan tangisan tersedu karna sangat rindu.
Tangis itu berulang setiap malam di hari- hari berikutnya pula. Sejatinya manusia memang nggak bisa kan ya hidup sendiri. Jadi ketika kita menikah lalu tetap beraktivitas sendiri-sendiri apa nggak menyiksa rasanya?? Sangat menyiksa. Maka itu, i hate money. Sungguh deh. Semua karna uang. Aku benci uang. Aku benci tapi membutuhkannya. Menyedihkan sekali!
-21 September 2022-

